PRODI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UIN MADURA BORONG DUA PENGHARGAAN NASIONAL DI TEMU TAHUNAN PPMPI KE-13
- Diposting Oleh Admin Web MMPI
- Jumat, 24 Juli 2026
- Dilihat 91 Kali
Situbondo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Madura. Pada ajang Temu Tahunan ke-13 Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia yang diselenggarakan di Utama Raya Beach Hotel, Situbondo, Prodi Magister MPI UIN Madura berhasil meraih dua penghargaan bergengsi tingkat nasional, yakni Juara I Prodi Unggul Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Penghargaan Dosen Pengembang Kurikulum Terbaik yang diraih oleh Dr. H. Ali Nurhadi, S.Pd., M.Pd. Prestasi tersebut diumumkan pada malam penganugerahan (Awarding Night) yang menjadi rangkaian kegiatan Temu Tahunan PPMPI ke-13.
Ajang nasional yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 ini mengusung tema "Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis OBE, dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global." Kegiatan diikuti oleh Program Studi MPI jenjang S1, S2, dan S3 dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia sebagai wadah penguatan organisasi, pengembangan kurikulum, seminar internasional, forum akademik, hingga pemberian penghargaan kepada program studi, dosen, dan mahasiswa berprestasi.
Keberhasilan Prodi Magister MPI UIN Madura menjadi Juara I Prodi Unggul Berbasis OBE menjadi bukti bahwa program studi yang relatif muda tersebut mampu menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Penilaian dilakukan berdasarkan implementasi kurikulum OBE yang diwujudkan melalui luaran nyata mahasiswa, terutama dalam bentuk publikasi ilmiah dan karya intelektual.
Dalam laporan kegiatan dijelaskan bahwa implementasi OBE di Prodi Magister MPI UIN Madura tidak berhenti pada proses pembelajaran di kelas, tetapi diwujudkan melalui capaian konkret mahasiswa. Dua mata kuliah dirancang berbasis OBE dengan luaran wajib berupa penulisan buku referensi dan publikasi artikel ilmiah, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya akademik yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Prestasi lainnya diraih oleh Dr. H. Ali Nurhadi, S.Pd., M.Pd., yang memperoleh penghargaan sebagai Dosen Pengembang Kurikulum Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan kurikulum Manajemen Pendidikan Islam berbasis Outcome Based Education (OBE), sekaligus keterlibatannya sebagai narasumber dalam forum penyempurnaan kurikulum MPI berbasis OBE pada Temu Tahunan PPMPI ke-13.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Madura menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan luaran pembelajaran.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Implementasi Outcome Based Education bukan hanya menjadi tuntutan akreditasi, tetapi telah menjadi budaya akademik di Prodi Magister MPI UIN Madura. Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, produktif dalam publikasi ilmiah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam," ungkapnya.
Sementara itu, Dr. H. Ali Nurhadi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan amanah sekaligus tantangan untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum.
"Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Melalui pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga dituntut menghasilkan karya nyata yang berdampak. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya buku referensi, artikel ilmiah, dan berbagai inovasi akademik sebagai bagian dari proses pembelajaran," tuturnya.
Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari mahasiswa Magister MPI Pascasarjana UIN Madura. Salah seorang mahasiswa menyatakan bahwa sistem pembelajaran berbasis OBE memberikan pengalaman belajar yang lebih menantang sekaligus produktif.
"Kami tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga dibimbing untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan. Hal tersebut membuat kami lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja," ujarnya.
Prestasi nasional ini semakin mengukuhkan posisi Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Madura sebagai salah satu program studi yang unggul dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperluas kolaborasi akademik, serta mewujudkan visi Pascasarjana UIN Madura sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam yang unggul, inovatif, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain mengikuti seminar internasional, Focus Group Discussion (FGD), dan malam penganugerahan, peserta Temu Tahunan PPMPI ke-13 juga melaksanakan Tour the Pesantren Nurul Jadid (Sharing Session Best Practice) di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan untuk mempelajari secara langsung praktik terbaik dalam tata kelola pesantren modern, mulai dari manajemen pendidikan, pengembangan kurikulum, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi membangun kemandirian lembaga melalui berbagai unit usaha.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Madura menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi dosen dan mahasiswa dalam menghubungkan teori manajemen pendidikan dengan praktik nyata di lapangan. "Nurul Jadid menjadi contoh bagaimana nilai-nilai kepesantrenan dapat dipadukan dengan tata kelola pendidikan yang profesional dan inovatif. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi pengembangan Prodi Magister MPI UIN Madura," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Educational Tour dan Studi Pengelolaan Aset di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selain menikmati keindahan alam, peserta memperoleh wawasan mengenai pengelolaan aset dan destinasi wisata yang profesional, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurut Ketua Prodi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) agar mahasiswa memahami bahwa prinsip-prinsip manajemen dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk pengelolaan kawasan wisata.
Salah seorang mahasiswa Magister MPI UIN Madura mengaku rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Bromo memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperluas wawasan akademik. "Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan dari seminar, tetapi juga belajar langsung dari praktik terbaik di pesantren dan pengelolaan kawasan wisata. Pengalaman ini semakin memperkuat kompetensi kami sebagai calon pemimpin lembaga pendidikan Islam," tuturnya. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut memperkaya Temu Tahunan PPMPI ke-13 sebagai forum akademik yang memadukan penguatan keilmuan, jejaring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.